Menjadi wisudawan dan wisudawati terbaik bukanlah perjalanan yang instan. Ada proses panjang, usaha konsisten, serta doa yang selalu mengiringi langkah para santri. Dalam edisi featured kali ini, Daar El-Waseela mewawancarai dua santri berprestasi—Fahri Hafiz Komara (Banin) dan Muf’amah Avada (Banat)—yang berhasil meraih predikat terbaik pada Wisuda Akbar Daar El-Waseela 2025.
Mereka berbagi kisah perjalanan, prinsip yang dijaga, serta tips yang dapat menjadi inspirasi para santri lain dalam menapaki jalan ilmu.
Fahri Hafiz Komara

Kategori Wisuda: Tahfidz, Tajwid, Tahsin, dan Ulum Syar’i
Fahri menegaskan bahwa kunci keberhasilannya bukan hanya pada kecerdasan atau kemampuan teknis, tetapi pada penjagaan hati dan niat.
Tips Menjadi Wisudawan Terbaik (Versi Fahri)
- Menjaga niat agar tetap lillah – Semua usaha diarahkan untuk mencari ridha Allah SWT.
- Manajemen waktu & konsistensi – Belajar dan murojaah walau sedikit, tetapi dilakukan setiap hari.
- Doa orang tua – Tidak pernah lupa meminta restu dan doa dari kedua orang tua.
- Mengubah “Lelah” menjadi “Lillah” – Memaknai setiap proses sebagai bentuk ibadah.
Pesan Fahri untuk Daar El-Waseela
“Saya sangat berterima kasih kepada Daar El-Waseela karena telah menyediakan wadah belajar. Sesuai namanya, semoga ke depannya Daar El-Waseela menjadi wasilah yang menumbuhkan generasi berakhlak Qur’ani.”
Muf’amah Avada

Kategori Wisuda: Tahfidz, Tajwid, dan Ulum Syar’i
Muf’amah mengisahkan bahwa predikat wisudawati terbaik bukan buah dari kemampuan pribadi semata. Ada perjalanan panjang, ujian yang berat, serta amanah demonstrasi di tiga bidang:
Al-Qur’an, Tajwid (Jazari & Jamzuri), dan Ulum Syar’i (Mantiq & Mawaris) — yang semuanya harus ia siapkan dalam waktu relatif singkat.
Tips Menjadi Wisudawati Terbaik (Versi Muf’amah)
- Pertolongan Allah & doa orang tua – Inilah fondasi dari semua langkah.
- Manajemen waktu yang disiplin – Menyusun jadwal murojaah terperinci agar seluruh materi tersentuh merata, misalnya:07.00–09.00 murojaah Ma waris, 09.00–11.00 murojaah matan atau Al-Qur’an, dan seterusnya.
- Membangun keyakinan diri – Muf’amah memegang satu kalimat motivasi: “Jika Allah memilihku, maka Allah pasti mampukan aku melewatinya.”
- Tawakal – Menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha maksimal.
Pesan Avada untuk Para Santri
“Semoga apa yang ana jalani dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya. Semoga Allah menjadikan setiap proses sebagai jalan keberkahan.”
Kisah Fahri dan Muf’amah menunjukkan bahwa menjadi wisudawan terbaik bukanlah tentang siapa yang paling cepat atau paling pintar, tetapi siapa yang paling konsisten, paling tulus, dan paling siap menjaga niat.
Semoga tips dan perjalanan mereka menjadi motivasi bagi seluruh santri Daar El-Waseela untuk terus berusaha, memperbaiki diri, dan menapaki jalan ilmu dengan penuh keteguhan.